Pages

Minggu, 12 Februari 2012

White Hart Lane Berpesta Saat Tottenham Menjamu Tamunya, Newcastle.

Emmanuel Adebayor adalah aktor intelektual di balik pesta gol Spurs, semua gol Spurs tadi malam berawal dari usahanya. Setelah menjadi orang penting yang membuat rekan-rekannya bisa mencetak empat gol di babak pertama, ia sendiri menyempurnakan penampilannya saat menutup pesta gol tersebut dengan mencetak gol kelima.
Adebayor adalah bintang lapangan di pertandingan tersebut, tak heran jika namanya keluar menjadi man of the match pertandingan. Satu gol dan empat assist-nya pada Benoit Assou-Ekotto, Louis Saha, dan Niko Kranjcar menegaskan hal tersebut.

Hanya butuh tiga menit, Spurs sudah unggul. Ketika Adebayor menembus daerah pertahanan setelah melakukan one-two dengan Krancjaar. Umpannya pada Assou-Ekotto berhasil menemukan gawang yang kosong.
Dua menit kemudian, Adebayor berhasil lepas dari kawalan Fabricio Coloccini. Ia mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti, dan Saha berhasil mencetak gol pertamanya untuk Spurs.
Striker Togo itu tampaknya sulit untuk dihentikan, ia lagi-lagi berhasil menemukan Saha yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk yang kedua kali di menit ke-20.
Di menit ke-34, tembakan Adebayor berhasil diselamatkan oleh kaki Tim Krul. Namun bola jatuh ke kaki Kranjcar, dan berhasil menaklukkan Krul.
Kerjasama Saha dan Adebayor tampaknya cukup efektif di lini depan Spurs, di babak kedua Spurs berhasil menambah satu gol lagi. Tepatnya di menit ke-71, berawal dari umpan Assou-Ekotto yang berhasil diteruskan dengan kepala Saha. Adebayor pun melepaskan tembakan voli dan berhasil menutup pesta gol tersebut dengan sempurna.

Hasil ini membuat Spurs terus menekan duo Manchester yang ada di puncak klasemen, peluang mereka untuk meraih gelar musim ini pun tetap terbuka lebar.

source : www.supersoccer.co.id

Peluang Barcelona untuk mempertahankan gelar La Liga kini benar-benar terancam

Peluang Barcelona untuk bisa mempertahankan gelar juara La Liga musim ini kali ini benar-benar terancam setelah dini hari tadi (12/2), pasukan asuhan Pep Guardiola ini takluk di hadapan Osasuna dengan skor 3-2. Hasil ini mengancam selisih angka antara Barca dengan Real Madrid bertambah menjadi 10 poin, dengan syarat Madrid mampu mengalahkan Levante di Santiago Bernabeu dini hari nanti (13/2).

Guardiola menampilkan susunan pemain tak biasa dalam laga di kandang Osasuna ini. Tampaknya, menjelang laga Liga Champions melawan Bayer Leverkusen pada pertengahan pekan ini, Guardiola lalu ingin mengistirahatkan Cesc Fabregas, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta. Ia pun mengisi lini tengahnya dengan Sergi Roberto, Thiago Alcantara, dan Javier Mascherano, sementara di lini depan, Lionel Messi, Alexis Sanchez, dan Pedro saling bahu membahu untuk mencari gol bagi Barca. Namun dengan lini tengah seperti itu, permainan Barca akhirnya tak berjalan dengan baik.

Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Dejan Lekic mampu membobol gawang Victor Valdes dan membuat kedudukan menjadi 1-0. Raul Garcia yang mendapatkan bola di depan kotak penalti langsung meneruskannya dengan cantik kepada Lekic, yang langsung melepaskan tendangan yang tak mampu dihalau oleh Valdes.

Selasa, 07 Februari 2012

Rooney Berharap Comeback United Membuat City Takut

Roo berkata di Daily Mirror, "Hal ini bisa saja memberikan pengaruh secara psikologis tentu saja. City menyaksikan pertandingan tersebut dan kemungkinan pergi saat skor 3-0 dan berpikir pertandingan sudah usai."

"Tapi kami selalu berpikir bahwa mereka menyaksikan bagaiman kami berusaha untuk bangkit dan menyerang balik."
"Kami menunjukkan bagaimana kerja keras kami satu sama lain dan saat kami seperti itu, kami sangatlah sulit untuk dikalahkan."
"Sebagian besar tim akan menyerah saat sudah tertinggal 0-3, tapi kami mampu bertarung dengan cukup baik."
"Saya selalu berpikir kami bisa mendapatkan gol dalam sisa waktu yang sedikit. Selalu ada peluang karena kami tetap mengontrol pertandingan. Dan itulah yang terjadi."
"Kami bersyukur dengan satu poin tapi tetap saja merasa kecewa karena bukan tiga poin."

source : www.supersoccer.co.id

Still Learning

Pemain berusia 18 tahun ini masuk ke dalam musim ini dengan beberapa penampilan impresif untuk The Gunners dan menciptakan dua gol perdananya di Liga Premier saat menggulung Blackburn Rovers 7-1 hari Sabtu kemarin.

Tapi anak muda ini menegaskan dirinya masih belajar dan sangat senang bisa bermain dengan nama-nama semacam Robin van Persie dan Thierry Henry.
Berbicara di website resmi Arsenal, ia menyatakan, “Saya salah satu pemain yang paling tidak berpengalaman di skuad. Jadi pemain manapun yang memberikan komentar pada saya selalu membantu. Entah itu positif, ataupun kritikan yang membangun.”
“Saya mendengarkan semua orang. Orang-orang semacam Thierry dan Robin yang menciptakan gol dan pemain menyerang seperti saya, anda selalu bisa belajar banyak dari mereka. Itulah yang saya lakukan. Saya mendengarkan dan belajar.”
“Yang jelas, saya percaya pada diri dan kemampuan saya sendiri. Saya juga tahu bahwa saya harus terus bekerja keras dan belajar dari mereka dan semoga saja yang lainnya akan datang.”
“Saat ini semuanya berjalan cukup baik bagi saya. Jadi yang akan saya lakukan adalah terus bekerja keras!”

source : www.supersoccer.co.id

Tak Ada Host di Semifinal

Pupus sudah pendukung tuan rumah menyaksikan negaranya di empat besar Piala Afrika 2012. Setelah Guinea Khatulistiwa dikandaskan Pantai Gading, Sabtu (4/2), semalam Gabon harus mengakui ketenangan Mali dalam drama adu sepakan penalti. Kejelian melepaskan tendangan 11 meter harus dilakukan setelah dua kali 90 menit plus 2 kali masa extra time, skor imbang 1-1 tak berubah.
Pendukung Gabon yang memadati Stade d' Angondje bersorak riang saat Eric Mouloungui menjebol gawang S. Diakite di 10 menit pertama paruh kedua pertandingan. Sebelumnya, dua kubu sama kuat di babak pertama. Tak ada gol di masa ini. Namun sorak sorai pendukung tuan rumah sejenak sirna kala Cheick Tidiane Diabate mampu menjaringkan bola lima menit sebelum waktu normal usai.

AS Roma Benamkan Inter Milan


AS Roma benar-benar memberikan pertandingan yang tak menyenangkan bagi pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, yang kembali ke Olimpico setelah meninggalkan Roma pada musim lalu. Ranieri harus menerima kenyataan bahwa anak-anak asuhnya dibantai oleh Roma dengan skor telak 4-0!


Seperti yang telah diduga oleh Ranieri sebelum pertandingan, Roma bermain dengan mendominasi penguasaan bola dan banyak melakukan serangan. Tercatat bahwa penguasaan bola tim asuhan Luis Enrique ini mencapai 67%, sementara Inter hanya 33%. Namun niat Ranieri agar Inter bertahan dengan baik dan melancarkan serangan balik yang cepat dan mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan pemain bertahan Roma karena asyik menyerang nyatanya gagal total.

Kelly Menyambut Gembira Kembalinya Suarez


Martin Kelly berharap kembalinya Luis Suarez bisa membantu tim dalam menghadapi rentetan pertandingan sulit.

Striker asal Uruguay tersebut tampil untuk pertama kalinya semenjak absen selama delapan pertandingan karena masalah rasisme yang dideritanya dengan Patrice Evra pada pertandingan menghadapi Tottenham Hotspur semalam.

Suarez mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para pendukung yang memadati Anfield semalam saat dimasukkan pada babak kedua.
Kelly merasa sang penyerang bisa memberikan dorongan penting yang dibutuhkan Liverpool menjelang pertandingan besar akhir pekan ini menghadapi Manchester United, sekaligus juga final Carling Cup menghadapi Cardiff di akhir bulan nanti.




source : www.supersoccer.co.id